MATERI
AJAR
Mata
Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester
: X / Ganjil
![]()
A. Materi : Hakikat Ilmu Fisika Dan Keselamatan Kerja Di Laboratorium
B.
Indikator Pelajaran :
3.1.1 Menjelaskan
hakikat ilmu fisika
3.1.2 Menyebutkan
ruang lingkup fisika
3.1.3 Mengaitkan
ilmu fisika dengan bidang ilmu lainnya
3.1.4 Menyebutkan
aturan keselamatan kerja
3.1.5 Mengurutkan
langkah metode ilmiah
3.1.6 Membedakan
variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol
3.1.7 Menjelaskan
dua sikap ilmiah
C.
Uraian Materi Ajar :
Hakikat menurut KBBI
adalah dasar / inti sari. Fisika merupakan bagian dari sains, sains itu
mempelajari tentang gejala alam. Jadi, Hakikat fisika adalah ilmu pengetahuan
tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum
yang teruji kebenerannya dan didapatkan melalui serangkaian kegiatan dalam
metode ilmiah.
Ruang lingkup ilmu
fisika meliputi : aktivitas dan kondisi fisik makhluk hidup dan tak hidup.
Peranan fisika bagi kehidupan terdapat pada beberapa bidang yaitu :
1.
Kesehatan
Penemuan
sinar laser, sinar gamma, peralatan gelombang radio, sinar rontgen, dan
penerapan konsep pemantulan cahaya
2.
Energi
Generator,
penggunaan radioaktif, sel surya
3.
Pertanian
Penemuan
bibit unggul dan peralatan pertanian
Metodel
Ilmiah
Metode
ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis
berdasarkan bukti fisis. Metode ilmiah terdiri dari beberapa langkah dan tiap
langkah dalam metode ilmiah melibatkan penggunaan satu atau lebih kecakapan
ilmiah. Langkah-langkah metode ilmiah yaitu :
1. Observasi
Tahapan observasi dilakukan untuk menemukan suatu
masalah. Dalam melakukan tahapan observasi ada dua cara yang dapat dilakukan
yaitu :
·
Pengamatan kuantitatif : pengamatan
dengan mengamati data berupa angka-angka
·
Pengamatan kualitatif : pengamatan yang
dilakukan menggunakan indra kita
2.
Merumuskan masalah
Perumusan masalah dilakukan dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan mengenai objek penelitian. Ketentuan-ketentuan dalam
mengajukan pertanyaan adalah sebagai berikut :
a. Pertanyaan
harus dinyatakan secara jelas
b. Pertanyaan
tidak menimbulkan penafsiran ganda
c. Rumusan
masalah dinyatakan dengan kalimat tanya, yaitu apa, siapa, kapan, dimana, dan
bagaimana
3.
Mengumpulkan informasi / kajian pustaka
Kajian pustaka merupakan panduan-panduan dari
beberapa literatur yang mendukung teori-teori yang dapat dijadikan acuan dalam
penelitian. Kajian pustaka dapat berupa buku-buku maupun informasi-informasi
dari internet.
4.
Membuat hipotesis
Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara
tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam penelitian ilmiah atau proyek
ilmiah. Hipotesis dinyatakan sebelum penelitian saksama atas topik yang
dikehendaki dilakukan. Oleh karena itu, kebenaran hipotesis ini perlu diujikan
lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Hal yang perlu diingat, jika
menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar, bukan berarti
penelitian yang dilakukan salah melainkan hipotesisnya yang mungkin harus
diubah.
5.
Melakukan percobaan/eksperimen
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis
yang diajukan. Hipotesis yang diajukan mengandung beberapa variabel yang
berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga variabel yang perlu diperhatikan yaitu :
a. Variabel
bebas : variabel yang diubah secara bebas oleh peneliti
b. Variabel
terikat : variabel yang diteliti
c. Variabel
kontrol : variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap
6.
Menganalisis data
Analisis menurut KBBI adalah penyelidikan terhadap
peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.
7.
Menarik kesimpulan
Kesimpulan harus mengacu pada hasil eksperimen.
Terdapat dua kemungkinan dalam pengambilan kesimpulan yaitu kemungkinan
hipotesis diterima dan kemungkinan hipotesis ditolak.
Sikap
Ilmiah
Beberapa sikap ilmiah yang harus diterapkan :
1.
Mampu membedakan opini dan fakta
2.
Memiliki rasa ingin tahu
3.
Berani mencoba
4.
Jujur terhadap fakta
5.
Terbuka dan fleksibel
6.
Berpendapat secara ilmiah dan kritis
7.
Peduli lingkungan
8.
Bertanggung jawab
9.
Ulet dan gigih
10. Bekerjasama
Keselamatan Kerja
Keselamatan
kerja di laboratorium menyangkut semua unsur yang terkait subjek (praktikan)
ataupun objek (peralatan dan ruang praktikum). Adapun tujuan penerapan
keselamatan kerja sebagai berikut :
·
Melindungi praktikum dalam melaksanakan praktik
·
Menjamin keselamatan setiap orang yang
berada di laboratorium
·
Menjamin sumber-sumber produksi dan
peralatan praktik di laboratorium supaya terjaga, terawat dan aman
·
Mencegah dan mengurangi kecelakaan di
laboratorium
·
Memberi pertolongan pertama pada
kecelakaan sebagai langkah awal untuk penanggulangan.
Aturan-aturan
keselamatan umum di laboratorium :
1.
Bersikaplah hati-hati dalam melakukan
setiap percobaan di laboratorium
2.
Jangan pernah melakukan kegiatan yang
tidak diizinkan oleh guru
3.
Jangan pernah menggunakan peralatan
kecuali anda telah diberi izin
4.
Selalu berhati-hati untuk tidak
menumpahkan bahan-bahan di dalam laboratorium
5.
Jangan pernah makan makanan di dalam
laboratorium
6.
Cuci tangan anda sebelum dan sesudah
melakukan eksperimen
7.
Berhati-hati menggunakan peralatan yang
bersumber listrik langsung dari PLN
8.
Jika anda melakukan percobaan
menggunakan api atau pembakar spritus, matikan api jika percobaan telah selesai
9.
Setelah eksperimen selesai dilakukan,
bersihkan daerah kerja anda dan kembalikan semua peralatan ke tempat semula
D. Contoh
soal / latihan :
Tugas
Mandiri
1. Suatu
waktu telpon genggam kamu tidak bekerja. Buat pertanyaan yang mungkin berkaitan
dengan kejadian tersebut, kemudian susun langkah-langkah metode ilmiah untuk
menyelesaikan masalah tersebut ! ( 90 poin
)
2. Sebutkan
ruang lingkup fisika ? ( 10 poin )
E. Kunci
Jawaban :
1.
Obserevasi : memeriksa kondisi hp,
mengingat-ngingat kembali melakukan apa dengan hp nya
Merumuskan masalah :
Kenapa HP nya rusak ?
Hipotesis : Mungkin
karena kebanyakan instal games
Kajian
pustaka/mengumpulkan informasi : mencari informasi di internet tentang
kapasitas HP, Kerusakan HP jenis yang sama, cerita ke teman tentang kerusakan
HP
Analisis : setelah
mencari informasi dari berbagai sumber, ternyata terlalu banyak menginstal aplikasi
terutama games yang sangat banyak menggunakan memori dan RAM HP tersebut.
Kemudian RAM HP tersebut hanya 500 MB jadi tidak bisa menjalankan banyak
aplikasi secara bersamaan.
Kesimpulan : Hpnya
rusak karena terlalu banyak instal aplikasi terutama games
2.
Ruang lingkup fisika meliputi aktivitas
dan kondisi fisik mahluk hidup dan tak hidup
F. Pedoman
Penskoran : Nilai = Jumlah skor dari
masing-masing soal
G. Daftar
Pustaka :
·
Kanginan, Marthen. 2016. Fisika Untuk SMA/MA kelas X, Kelompok
Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Jakarta : Erlangga
· Pujianto,dkk. 2016. Fisika Untuk SMA/MA kelas X Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Klaten :PT Intan Pariwara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar