Kamis, 07 Mei 2020

Teaching from Home


Hampir seluruh sekolah di Indonesia sedang menerapkan pembelajaran jarak jauh. Hal tersebut merupakan salah satu solusi untuk mematikan rantai penyebaran virus corona. Saya adalah seorang guru yang mengajar di MAN 1 Indragiri Hulu. Saya dituntut untuk mengajar dari rumah untuk memberikan pembelajaran online jarak jauh. Sehingga pembelajaran ini bergantung pada teknologi.  Sebenarnya ketika mengajar dari rumah ini, tidak ada yang namanya liburan. Mengajar dari rumah melahirkan ide-ide baru yang membuat saya semakin belajar dan belajar. Saya harus mengajarkan materinya ke dalam lingkungan yang sepenuhnya virtual. Guru harus kreatif agar siswa dapat mengikuti pembelajaran. Mengajar dari rumah ini mudah asalkan terhubung dengan internet sehingga  bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun.  Hal ini tentu memiliki beberapa tantangan untuk saya sendiri dan siswa.
ketika menjelaskan formula matematika

Saya memanfaatkan layanan Google Classroom dan Zoom agar tetap berkomunikasi dengan siswa. Layanan Google Classroom agar saya bisa memberikan materi dan penugasan serta ulangan agar kelas menjadi interaktif. Sedangkan layanan Zoom untuk VideoCall, sehingga memungkinkan untuk tatap muka secara online untuk membahas materi. Banyak siswa yang kurang mengerti cara menggunakan fitur tersebut. Dikarenakan hal tersebut masih sesuatu yang baru bagi mereka dan kurangnya kesiapan untuk beradaptasi  di iklim digital. Sehingga saya harus menjelaskan berulang kali bagaimana cara bergabung di kelas saya, mengirim tugasnya, membaca materinya, dan ulangan secara online menggunakan fitur tersebut. Bahkan saya membuat tutorial cara penggunaan layanan Google Classroom buat mereka. Sebenarnya bisa saja menggunakan whattsap Group, namun nantinya pembelajaran yang terlaksana tidak bisa terdokumentasi dengan baik. Kendala yang saya hadapi selanjutnya, tidak semua siswa memiliki gawai dan akses internet di tempat mereka tinggal. Saya dan mereka tentunya harus memiliki paket data internet agar dapat mengajar dari rumah dengan pembelajaran online jarak jauh. Apalagi pembelajaran online ini memakan banyak kuota internet yang menjadi kendala keuangan. Akibatnya semua kelas online yang saya kelola tidak semuanya penuh dengan lengkap seperti kelas fisik nyatanya. Oleh karena itu kelas online yang saya kelola tidak begitu maksimal.
Kelas online membuat semua orang terbiasa dengan gangguan-gangguan yang terjadi. Seperti ponsel yang berdering atau ayam berkokok karena siswa lupa mematikan mikrofon, orang tua secara tidak sengaja berjalan didepan layar monitor. Terkadang saya dan mereka tertawa, karena hal tersebut menjadi bahan lelucon. Hal tersebut kadang membuat ricuh suasana kelas, sehingga memakan waktu yang lama untuk kembali ke materi. Semakin lama waktu menggunakan kelas online, semakin besar pula kouta yang habis terpakai. Apalagi ketika ulangan online, saya katakan besok ya ulangan onlinenya pukul segini. Ada saja yang belum mengikuti, dengan mengatakan tidak lihat ponsel dan sebagainya. Padahal ulangan online sudah  saya setting waktunya, membuat saya harus mengatur ulang pengaturannya. Yah, memang begitu pula ketika kelas online dilakukan. Saya yakin, tidak hanya saya saja yang merasakan gangguan dan tantangan ini.
Namun demikian, mengajar dari rumah dengan pembelajaran daring ini cara kita menyambut dunia revolusi 4.0. Kita harus membiasakan diri dengan hal tersebut. Sekolah tentunya juga harus berperan aktif untuk membantu guru dan siswanya  agar pembelajaran daring terlaksana dengan baik. Keaktifan itu bisa dengan memberikan kebijakan kuota gratis untuk memenuhi kebutuhan internet guru dan siswa. tentunya saya juga merindukan mengajar dengan tatap muka lansung di kelas fisik. Semoga wabah virus corona ini segera berakhir.

Bagi teman-teman yang ingin  mencoba menggunakan Google Classroom.Klik tautan ini Google Classroom. 
Bagi teman-teman yang belum mengetahui mengenai Tutorial Google Classroom. Klik tautan ini
Google Classroom. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar